Tugas Ilmu Sosial Dasar
Tema : ”Penerapan Teknologi Pendidikan Untuk Mengatisipasi
Masalah Kemiskinan di Pedesaan”
Disusun Oleh :
Kelompok 4
Ayu Indah
Pratiwi
Husnaini
Afrizal
Nasruddin
PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS
AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH MAKASSAR
T.A
2013/2014
BAB
I
PENDAHULUAN
Di social negara berkembang tingkat kemiskinan
masih menjadi fenomena sosial di dalam bidang ekonomi tak
terkecuali di daerah-daerah terpencil yang masih berupa pedesaan. Fenomena ini
masih menjadi isu dan perhatian utama bagi pemerintah dan juga di mata dunia.
Dengan hal ini pemerintah berusaha untuk mengatasi dan memperkecil tingkat
kemiskinan tersebut dengan berbagai cara diantaranya sebagai berikut :
1. Menciptakan
peluang kerja
2. Memberdayakan
masyarakat
3. Mengembangkan
kemampuan
4. Menciptakan
perlindungan sosial
Dengan berbagai upaya
kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah ini. Salah satu dapat juga
dilakukan dengan penerapan teknologi informasi dan komunikasi di dalamnya.
Dikarenakan pada saat ini berbagai jenis penerapan TIK dapat kita jumpai dan
dapat mempermudah serta mempertinggi kualitas dan kuantitas hidup masyarakat
terutama di pedesaan. Namun pada saat ini pula masih banyak berbagai pihak yang
belum memanfaatkan dan menerapkan potensi yang ada di dalam TIK untuk
mengurangi tingkat kemiskinan, terutamanya di daerah-daerah terpencil di
pedesaan.
- Rumusan masalah
1. pengertian kemiskinan
2. pengertian teknologi informasi dan komunikasi.
3. Pemanfaatan TIK Untuk Kualitas Hidup Masyarakat Miskin Di Desa
- Tujuan
BAB II
PEMBAHASAN
1. Pengertian
Kemiskinan
Ditinjau
dari segi pendapatan, Menurut Sorjono Soekanto (1990), mengartikan tentang
kemiskinan sebagai suatu keadaan dimana seseorang tidak sanggup memelihara
dirinya sesuai dengan taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu memanfaatkan
tenaga, mental maupun fisiknya dalam kelompok tersebut. Kenyataan menunjukkan
bahwa kemiskinan masih terdapat pada penduduk negara-negara berkembang termasuk
di Indonesia. Kemiskinan sering dihubungkan dengan keterbelakangan dan
ketertinggalan. Di samping itu kemiskinan juga merupakan salah satu masalah sosial
yang amat serius. Untuk mencari solusi yang relevan dalam pemecahan masalah
kemiskinan, perlu dipahami sebab musabab dan menelusuri akar permasalahan
kemiskinan itu, agar dapat digali potensi sebenarnya yang terkandung dalam
sumberdaya.
2. Pengertian
Teknologi Informasi dan Komunikasi
Teknologi
Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai bagian dari ilmu pengetahuan dan
teknologi (IPTEK) secara umum adalah semua yang teknologi berhubungan dengan
pengambilan, pengumpulan (akuisisi), pengolahan, penyimpanan, penyebaran, dan
penyajian informasi(Kementerian Negara Riset dan Teknologi, 2006: 6). Teknologi
informasi juga adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data
termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam
berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi
yang relevan, akurat, dan tepat waktu yang digunakan untuk keperluan pribadi,
bisnis,dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk
pengambilan keputusan.
3. Pemanfaatan
TIK Untuk Kualitas Hidup Masyarakat Miskin Di Desa
Di Indonesia penerapan serta aplikasi yang ada di dalam bidang TIK masih
sangatlah langka dan kurang. Dengan adanya kebijakan dari pemerintah setiap
daerah dan bagaimana teknologi informasi memperbaiki kualitas hidup masyarakat
miskin di pedesaan di antaranya sebagai berikut :
a). Mengembangkan perdagangan melaui e-commerce
Melalui e-commerce diharapkan UKM (Usaha Kecil dan Menengah) mendapatkan
peluang menawarkan hasil produksinya kepada mitra dagang (eksportir, importer,
pengecer, grosir) baik didalam maupun luar negeri. Sebut saja software CMS (Content Management System)
oscommerce yang merupakan software pembangun aplikasi web bersifat open source
alias gratis.
b). Pendidikan melaui e-learning
Sektor pendidikan
merupakan sector yang paling penting untuk memutus benang kemiskinan. Karena
dengan pendidikan mobilisasi sosial yang cepat dapat terjadi. Permasalahan
pendidikan dinegara kita yaitu kurang meratanya tenaga pengajar, infrastruktur
dan kualitas pendidikan daerah yang satu dengan yang lain. Melalui e-learning
atau pembelajaran jarak jauh permasalahan tadi dapat diatasi secara efektif.
Sehingga pemerataan pembangunan daerah-daerah yang masih tertinggal dan
penentasan kemiskinan dapat segera tercapai.
Penerapan Teknologi Pendidikan
Teknologi pendidikan merupakan suatu disiplin
terapan, artinya ia berkembang karena adanya kebutuhan di lapangan yaitu
kebutuhan untuk belajar ( belajar lebih efektif, lebih efisien, lebih banyak,
lebih luas, lebih cepat, dan sebagainya. Untuk itu ada produk yang sengaja
dibuat dan ada yang ditemukan dan dimanfatkan. Namun perkembangan teknologi
komunikasi dan informasi yang sangan pesat akhir-akhir ini dan menawarkan
sejumlah kemungkinan yang semula tidak terbayangkan telah membalik cara
berpikir kita dengan “ bagaimana mengambil manfaat teknologi tersebut
untuk mengatasi masalah belajar “.
Berkembangnya penerapan teknologi pendidikan boleh dikatakan berasal dari
Amerika Serikat pada awal perkembangan sekitar ratusan tahun yang lalu
teknologi itu dikenal sebagai cara mengajar dengan mengunakan alat peraga hasil
buatan sendiri oleh guru di sekolah.
Beberapa bentuk penerapan teknologi pembelajaran secara menyeluruh, yaitu yang
meliputi semua komponen dan karena itu merupakan sistem dapat dicontohkan
sebagai berikut :
• Proyek percontohan sistem PAMONG ( Pendidikan Anak oleh Masyarakat, Orang
tua, dan Guru ) di Kabupaten Karanganyar, Surakarta pada tahun 1974, dan
disebarkan di Kabupaten Malang dan Gianyar pada tahun 1978.
• Pemasyarakatan P4 melalui permainan yang di ujicobakan di kabupaten
Batu Malang.
• Proyek Pendidikan Melalui Satelit ( Rular Satelit Project ) di perguruan
tinggi wilayah Indonesia bagian Timur ( BKSPT INTIM )
• Program pedidikan karakter melalui serial televisi (pendidikan) pertama
(dan terakhir).
• Program KEJAR Paket A dan B.
• Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat ( PKBM )
• SLTP Terbuka.
• Univesitas Terbuka.
• Sistem Belajar Jarak Jauh yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga
pendidikan dan pelatihan
• Jaringan sistem belajar jarak jauh (Indonesian Distance Learning
Network = IDLN) dan SEAMOLEC (SEAMEO Open Learning Center) yang berkedudukan di
Puskkom Diknas.
Solusi Terkait Prospek Dan
Tantangan Teknologi Pendidikan Di Era Global
Dari uraian di atas mengenai prospek dan tantangan teknologi pendidikan di era
global dapat diketahui bahwa banyak sekali yang harus kita lakukan untuk
mengatasi hal tersebut.yang paling utama bahwa kita harus menjadikan prospek
dan tantangan itu adalah sebuah motivasi atau dorongan untuk
berbuat lebih baik dan maju dan jangan jadikan semua itu sebuah halangan atau
rintangan.beberapa hal yang bisa kita lakukan terkait dengan masalah diatas
adalah sebagai berikut :
• Adanya pergeseran nilai masyarakat yang dikarenakan perubahan sosial
yang semakin cepat ini harus diimbangi dengan penyesuaian di bidang teknologi
pendidikan.artinya teknologi pendidikan haruslah sesuai dengan kebutuhan
masyarakat yang selalu mengalami perubahan sehingga teknologi pendidikan
tidak tertinggal dengan perkembangan yang terjadi di masyarakat.
•Adanya pengakuan pemerintah atas profesi teknologi pendidikan ini harus terus
diupayakan agar memperingan pekerjaan.
• ita harus selalu mengupayakan adanya inovasi- inovasi baru berkaitan
dengan macam teknologi pendidikan.
• Guru harus selalu bisa menguasai teknologi yang ada agar para siswa punya
kepercayaan terhadap guru. Penguasaan tersebut bisa dilakukan dengan
diadakannya workshop atau seminar bagi para guru terkait dengan penguasaan
teknologi.
Masih banyak terjadi kerancuan yang menganggap bahwa ciri utama teknologi
pendidikan adalah adanya peralatan atau sarana canggih dalam proses pendidikan.
Teknologi pendidikan berbeda dengan “teknologi dalam pendidikan” . Teknologi
dalam pendidikan memang menuntut adanya sarana dalam kegiatan lembaga
pendidikan. Teknologi pendidikan tidak menuntut adanya sarana tersebut,
melainkan menekankan pada adanya proses untuk memperoleh nilai tambah.
Pengertian teknologi (semua teknologi termasuk teknologi pendidikan) secara
umum adalah :
• proses yang meningkatkan nilai tambah
• produk yang digunakan dan atau dihasilkan untuk memudahkan dan
meningkatkan kinerja
• struktur atau sistem dimana proses dan produk itu dikembangkan dan
digunakan
Dalam perkembangan terakhir, teknologi pendidikan secara konsep didefinisikan
sebagai : teori dan praktek dalam desain, pengembngan, pemanfaatan,
pengelolaan, penilaian dan penelitian proses, sumber, dan sistem untuk belajar.
Prospek dari teknologi pendidikan sejauh ini antara lain :
• Teknologi pendidikan berusaha memecahkan dan atau memfasilitasi
pemecahan masalah belajar pada manusia sepanjang hayat, dimana saja, kapa saja,
dengan cara apa saja, dan oleh siapa saja.
• Menurut Ferdinand Brandel: sebagai perbaikan proses serta sarana yang
memungkinkan suatu generasi yang menggunakan pengetahuan generasi sebalumnya.
• Menurut AECT (Association for Educational and Technology) menyebutkan bahwa
prospek daripada teknologi pendidikan itu mencakup dua hal yang mendasar :
- untuk menganalisis masalah mencari, melaksanakan, mengevaluasi, dan mengelola
pemecahan masalah yang menyangkut semua aspek belajar manusia.
- membantu menjembatani dan mengatasi persoalan- persoalan pendidikan.
Tantangan dari teknologi pendidikan antara lain :
• adanya perubahan sosial yang semakin cepat berimplikasi pada pergeseran
nilai masyarakat.
• Hingga saat ini belum ada pengakuan pemerintah atas profesi teknologi
pendidikan
•Belum adanya inovasi- inovasi baru berkaitan dengan macam teknologi pendidikan
baik dari segi teknologinya serta dalam proses maupun sistem.
• Berkaitan dengan penggunaan teknologi, kurangnya penguasaan guru terhadap
teknologi memunculkan kekhawatiran terhadap siswa, sehingga tidak memiliki
hubungan kedekatan dengan guru yang berimplikasi siswa menjadi pasif selama
penggunaan teknologi.
• Adanya transformasi global tidak selalu merupakan sesuatu yang positif.
Banyaknya hiburan yang lepas kendali, banyaknya sajian yang kurang mendidik,
kekerasan yang ada sehingga dapat menyebabkan siswa lebih banyak meniru dan
melakukan apa yang didengar dan dilihatnya melalui teknologi sehingga timbul
hal-hal yang tidak diinginkan.
Teknologi pendidikan merupakan teknologi
terapan, artinya ia berkembang karena adanya kebutuhan di lapangan yaitu
kebutuhan untuk belajar. Untuk itu ada produk yang sengaja dibuat dan ada yang
ditemukan dan dimanfaatkan. Namun perkembangan teknologi komunikasi dan
informasi yang sangat pesat akhir- akhir ini dan menawarkan sejumlah
kemungkinan yang semula tidak terbayangkan telah membalik cara berpikir kita
dengan “bagaimana mengambil manfaat teknologi tersebut untuk mengatasi masalah
belajar”
Bentuk Prospek dan Tantangan
Teknologi Pendidikan di Era Globalisasi
Prospek teknologi pendidikan di era
globalisasi
• Teknologi pendidikan harus mampu menciptakan Know Ledge Society yaitu
masyarakat yang berkeyakinan bahwa pengetahuan dan ketrampilan manusia jauh
lebih penting dari pada sumber alam, materi yang melimpah, dan modal.
• Dengan fasilitas media pembelajaran (teknologi pendidikan), pendidikan harus
dapat berjalan secara optimal.
• Teknologi pendidikan merupakan sebuah kebijakan dalam menyelesaikan
problematika di dalam dunia pendidikan.
• Teknologi Pendidikan mampu menembus jarak ruang dan waktu dalam komunikasi
dalam dunia pendidikan.
• Teknologi pendidikan dapat menampilkan berbagai jenis bahan audio visual
termasuk gambar diam, film, obyek, specimen, dll.
• Teknologi pendidikan memberikan pengetahuan baru tentang sains dalam mengajar
(Sudjana, 1990)
•Teknologi pendidikan mempermudah untuk memperoleh informasi dari luar yang
dapat membantu kita dalam menghadapi masalah
• Teknologi pendidikan dapat mempertinggi proses dan hasil belajar yang
berkenaan dengan taraf fikir siswa (Azhar, 2000:51).
Tantangan teknologi pendidikan di era globalisasi
• Keterbatasan Human Skill dalam menguasai teknologi pendidikan.
• Kendala dengan biaya atau efisiensi.
• Kemajuan teknologi pendidikan diiringi dengan dekodensi moral.
• Kurangnya sosialisasi teknologi pendidikan pada lembaga – lembaga pendidikan.
•Tantangan Psikologi yaitu kondisi psikologi seseorang dapat menghambat proses
komunikasi baik dari sisi keantusiasan, komunikasi, rasa percaya diri, dan daya
tangkap.
• Tantangan Kurtural yaitu kultur atau budaya suatu daerah sering berbeda
dengan daerah lain. Jika dalam proses komunikasi kurang adanya pemahaman maka
akan menyebabkan terhambatnya komunikasi.
• Tantangan Lingkungan yaitu lingkungan yang kondusif memiliki peran yang
penting dalam proses belajar mengajar agar proses komunikasi belajar dapat
berjalan baik.
Prospek teknologi pendidikan di era globalisasi adalah merupakan bentuk harapan
dan penerapan teknologi pendidikan dimasa datang dalam era globalisasi. Sedangkan
tantangan teknologi pendidikan globalisasi adalah suatu bentuk masalah atau
problematika yang harus dihadapi di era gloalisasi.
Jadi prospek dan tantangan teknologi pendidikan di era globalisasi merupakan
suatu bentuk harapan dalam menghadapi problematika teknologi pendidikan serta
pengaplikasikannya di era globalisasi.
Makalah ini
dilatarbelakangi oleh tinjauan pendidikan yang akan datang (di masa depan),
dengan faktor-faktor yang menentukan pendidikan Indonesia nantinya, maka
tindakan antisipatif dan adaptif yang tepat dan berwawasan luas dianggap akan
mampu mewujudkan pencapaian tujuan pendidikan. Sejalan dengan prinsip
pendidikan yang dikemukakan Kasmadi (1992), hendaknya diterapkan dalam
perkembangan dunia yang semakin global dengan tantangan utama (oleh Pannen :
1999) masalah nilai tambah dan kesejahteraan, hilangnya batas negara dan
dominasi ilmu pengetahuan dan teknologi pada negara-negara berkembang. Dalam
pada itu kesulitan-kesulitan yang dihadapi pendekatan tradisional dan
konvensional dalam pemecahan masalah pendidikan menghantarkan pada perlunya
pemanfaatan teknologi dalam pendidikan. Makalah ini dibatasi pada pemanfaatan
teknologi dalam pendidikan secara umum, yaitu cara pemanfatan teknologi dalam
pendidikan.
1. Teknologi
Dalam Pendidikan
Berdasarkan
beberapa pendapat, pemakalah menyimpulkan Teknologi merupakan penerapan
(aplikasi) dari sains yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia dan
mempercepat pencapaian tujuan dari setiap kegiatan yang akan dilakukan.
Sedangkan pendidikan dapat diartikan secara sempit (formal) maupun luas (formal
maupun nonformal). Dalam hal ini pendidikan diartikan secara alternatif sebagai
usaha sadar yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat dan pemerintah melalui
kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan yang berlangsung di sekolah
dan di luar sekolah sepanjang hayat untuk mempersiapkan peserta didik agar
dapat memainkan peranan dalam berbagai lingkungan hidup secara tepat di masa
yang akan datang.
Teknologi dalam
pendidikan mencakup setiap kemungkinan sarana (alat) yang dapat digunakan untuk
menyajikan informasi dalam pendidikan dan latihan. Ellington (1989) menyatakan
bahwa teknologi dalam pendidikan pada dasarnya adalah apa yang oleh teknologi
pendidikan dipopulerkan dengan nama alat bantu pandang dengar (audiovisual
aid). Selanjutnya dikembangkan dalam pembelajaran untuk pencapaian tujuan
pembelajaran tertentu. Teknologi dalam pendidikan merupakan perpaduan Aspek
Teoritis Dalam Pendidikan, Aspek Perangkat Keras(komponen yang
saling bergantung tetapi tidak berbeda satu sama lainnya) danAspek Perangakat Lunak (berkenaan dengan benda yang dipakai
pada perangkat keras).
2. Pemanfaatan Teknologi Dalam Pendidikan
Pengguanaan teknologi telah berjalan lama
sesuai perkembangan dan aspeknya. Eric Hasby membagi revolusi dalam pendidikan
menjadi 4, yaitu: Pertama,saat masyarakat mendiferensiasikan
peranan orang dewasa, Kedua, digunakannya
tulisan sebagai sarana pendidikan, Ketiga, ditemukannya
mesin cetak dan Keempat, penggunaan teknologi canggih
sebagai perkembangan bidang elektronik. Dari apa yang dialami ternyata bahwa
terdapat hubungan timbal balik antara teknologi dan pendidikan, hal ini lebih
terkhusus lagi dengan teknologi komunikasi.
Kecenderungan pendidikan yang dikaitkan
dengan perkembangan teknologi komunikasi dikemukakan Miarso dan Iskandar (1974)
sebagai berikut :
a. Kecenderungan
pendidikan sepanjang jaga
b. Pendidikan
gerak cepat tetapi tepat
c. Pendidikan
yang mudah dicerna dan diresapi
d. Pendidikan
yang memikat hati
e. Penyebaran
pusat pendidikan
f. Pendidikan
mustari (tepat pada saat penyampaiannya)
g. Pendidikan
yang murah
Kegunaan teknologi dalam pendidikan
dinyatakan Komisi Instruksional AS, sebagai berikut :
a. meningkatkan
produktivitas pendidikan
b. memungkinkan
pendidikan individual
c. memberikan
dasar yang lebih ilmiah terhadap pengajaran
d. lebih memantapkan pengajaran
e. memungkinkan
belajar seketika
f. memungkinkan
penyajian pendidikan lebih luas dan merata
Agar penggunaan teknologi dalam pendidikan
tepat sasaran, maka pengelola pendidikan harus mengetahui klasifikasi teknologi
dalam pendidikan, di antaranya : teknologi tingkat rendah, media audiovisual,
format komputer, telekomunikasi dan teknologi lunak.
3. Implementasi Teknologi Dalam Pendidikan
Implementasi teknologi dalam pendidikan
dapat dilihat pada sektor berikut:
a. Pendidikan Dasar dan Menengah, teknologi
diharapkan mempengaruhi peningkatan motivasi, menguatkan pengajaran,
meningkatkan lingkungan psikologi di dalam kelas
b. Pendidikan Tinggi, penggunanan teknologi
dimaksudkan untuk merangsang dan memotivasi mahasiswa dalam mengembangkan
intelektualnya sehingga dapat mengembangkan penelitian dan pengembangan ilmu
baik teoretis maupun terapan
c. Belajar Jarak Jauh, menyediakan media perantara antara
pelajar dan lembaga pendidikannya
d. Pendidikan Luar Biasa, berfungsi sebagai alat bantu bagi
anak-anak yang menglami kelainan
e. Pendidikan dan Latihan, berpengaruh langsung terhadap
persiapan tenaga kerja yang semakin kompleks untuk menghasilkan tenaga terampil
f. Dalam Pendidikan Matematika, hal ini
berkaitan dengan program-program yang telah disiapkan, alat peraga dan
penyelesaian soal-soal
g. Dalam Pendidikan Sains, berupa
aplikasi program komputer dan sistem pemodelan
h. Dalam Pendidikan Bahasa, berkaitan dengan
penulisan, mendengarkan, telekomunikasi dan lainnya.
KESIMPULAN
Teknologi dalam pendidikan merupakan bagian dari konsep teknologi pendidikan
berupa media untuk memperlancar kegiatan instruksional. Potensi penggunaan
teknologi dalam pendidikan berkaitan dengan usaha peningkatan produktivitas
pendidikan, memungkinkan pendidikan bersifat individual, cepat dan lainnya.
Implementasi teknologi dalam pendidikan hendaknya selektif sesuai konteks
sesuai karakteristik si belajar dan tingkat kognitifnya.